+62274374947
smsrjogja@smkn3kasihan.sch.id
Jl. PG. Madukismo Yogyakarta 55182
SMSR JOGJA saat ini sudah siap untuk menampung calon siswa/i yang kreatif, unik, inspiratif dan penuh semangat meraih masa depan cemerlang.. ingin bergabung bersama kami?? AYO DAFTAR SEKARANG SEBELUM QUOTANYA PENUH,..INGAT...KESEMPATAN INI SANGAT TERBATAS!!! KLIK DISINI
blog-img
17/06/2020

SISWA SMSR MELUKIS CERITA MELALUI CERPEN KREATIF

rita | Materi Pembelajaran

JAMU MUJARAP

Bayu Prihantoro

 

Siang ini matahari sangat menyengat kulit. Dera yang dari tadi sibuk dengan rambut panjangnya yang mulai kusut karena kepulan asap dan polusi kendaraan yang melintas. Beginilah suasana Jakarta yang sangat ramai dan macet.

 

“ Huft mama lama banget sih. Niat jemput gue nggak sih.” decak Dera kesal,

karena mamanya yang dari tadi tidak nonggol – noggol. Padahal bel pulang sekolah sudah berbunyi dari tadi.

“ Lebih baik gue telfon Kak Rafa aja.” batin Dera, tapi sebelum menelfon. Mobil hitam berhenti persis didepannya, pintunya yang terbuka sendiri dan ternyata itu mamanya. Dera masuk dengan wajah yang murung, karena sudah menunggu dengan sangat lama.

“ Lama amat sih ma!” tanya Dera dengan kesal.

“ Sabar napa Der,Jakarta ini bukan Jogja! Macet “ jawab mamanya datar.

 

                        -------------------------------------------------------------------------------

 

            Hari ini makan malam yang langka. Gimana tidak ? Kak Rafa yang biasanya pulang cukup larut malam karena tugas kuliahnya dan Papa yang sibuk dengan urusan kantornya. Dan Dera biasanya malam hanya dengan Mamanya itupun jarang.

 

“ Tumben Kak Rafa pulang cepat, “ tanya Dera dengan penuh kecurigaan .

“ Sebenarnya gue ditelfon Mama omongin, entahlah. “ jelas Kaka Rafa sambil lirik Mama,

 “ Emang ada apa sih ma ? “ tanya gue bingung setelah dengar penjelasan Kak Rafa tadi.

“ Gini, Mama sama Papa punya rencana akan ke Jogja. Dan nggak mungkin kalo kalian nggak ikut. “ jelas mamanya Dera.

“ Tapi ma. Ngapain kita harus kesana ? “ pekik Dera kepada mamanya.

“ Ya liburan lah, kerumah nenek kalian. Lagian kalian juga sudah lama nggak kesana kan? “ Jawab mamanya.

 “ Halah, ngapain sih ma harus kesana ? Dirumah nenek banyak banget aturannya. “ jawab Dera .

Kak Rafapun hanya mengangguk tanpa berniat menjawab pertanyaan Mama.

 

                        -----------------------------------------------------------------------------

 

            Matahari masih malu untuk menampakkan wajahnya, udara Jogja memang sangat berbeda dengan suasana Ibu Kota Jakarta.

 

“ Kita berapa hari sih ma disini ? “ tanya gue sambil nenteng koper.

“ Cuma 3 hari kok Der “ jawab mama datar.

“ Neneeekkkkkk....... “ teriak Kak Rafa.

Idih alay banget sih, batin Dera. Sebenarnya  Dera sangat suka dengan suasana Jogja, apalagi rumah Nenek yang sangat klasik dengan Joglo khas Jogja yang begitu menawan. Tapi ia tidak suka dengan banyaknya aturan dirumah Nenek.

 

“ Assalamualaikum Nenek... “ ucap sopan Dera, Mama dan Papa bersamaan .

“ Waalaikumsalam nduk, “ jawab Nenek yang masih khas dengan logat Jawa.

“ Ayo nduk mlebet, pasti kalian capek ya, ayo ayo minum dulu. “ ucap nenek dengan senyum bahagia.

“Ayo Nek “ jawab Kak Rafa.

 

                        ------------------------------------------------------------------------------

 

Setelah masuk, Dera langsung duduk diruang tamu yang begitu sejuk. Didepan Dera ada minumuman yang begitu menggiyurkan lidah, saking hausnya Derapun gatau itu minuman apa, Dera langsung teguk dengan cepat. Tiba-tiba.

 

“ Uhhh.. Pahit! Minuman apa ini nek ? “ ucap Dera tersedak.

Semua mata langsung tertuju kepada Dera, sambil tertawa bahagia kejam.

“ Itu Jamu tradisional nduk.” Jawab nenek tersenyum.

“ Masak minuman kayak gitun aja gatau si, Dasar “ Kak Rafa menyambar.

”  Suka-suka guelah, lagian minuman pahit gitu aja disajikan! Gak modern banget sih! “ sangkal Dera kesal.

“ Pahit-pahit gitu banyak khasiatnya loh nduk “ kata nenek sambil berlalu.

 

                        -----------------------------------------------------------------------------

 

            “ Aduhhhh... perutku, sakit banget. Kenapa ini ya Allah! “ teriak dera dari dalam kamar.

 Pagi ini matahari sepertinya malu malu untuk menujukkan dirinya. Ya, diluar hujan gerimis.

“ Kenapa Dera? Ya Allah sampe guling-guling dilantai gitu! Bangun Dera. “ teriak Mama yang membantu Dera.

“ Gatau Ma. Ini perut sakit banget banget “ jelas Dera dengan menahan rasa sakitnya.

“ Coba kamu kekamar mandi. Mungkin kamu diare atau menstruasi.” Saran mamanya. “ Iya Ma “ jawab Dera dengan berjalan kekamar mandi.

 

Perut Dera masih terasa sakit. Dan ternyata, Dera sakit perut karena menstruasinya. Keluar kamar mandi, didapati dua perempuan yang sedang duduk dipinggur kasurnya . Perempuan yang sudah hampir berkepala 4 dan  perempuan paruhbaya. Ya mama dan Neneknya.

 

“ Kenapa nduk ada apa ? kok sampai kesakitan begitu ? “ tanya Nenek.

“ Datang bulan nek. “

“ Oalah nanti tak buatin ramuan tradisional ya nduk ? biar agak lebih mendingan. “

“ Ehh.. ehhh.. gausah nek! Nanti minum obat juga sembuh, yakan ma ? tanya Dera ke Mamanya yang sedang merapikan sprei kasur Dera.

“ Gaboleh Dera, kalau baru datang bulan ya harus minum ramuan tradisional bukan obat. Bahaya kalau obat. “ kata Mama Dera.

“ Iya nduk­ bener banget kata Mamamu!”

“ Terserah Nenek sama Mama aja deh! Tapi aku gamau ramuan pahit kayak kemarin.” Kata Dera sambil ambil HP diatas meja.

 

Nenek dan Mama Dera hanya menjawab dengan senyum dan menggeleng-gelengkan kepala.

 

                        ----------------------------------------------------------------------------

 

            Dera didalam kamarnya sedang asyik chattingan dengan temannya diJakarta. Tiba-tiba ada bau kurang sedap tapi menyegarkan yang menyelinap diantara udara kamarnya. Dera keluar dari kamarnya, dan melihat Neneknya yang sedang membuat sesuatu didapur. Dera menghampiri dan ternyata bau tadi berasal dari dapur, Neneknya sedang sedang membuat suatu ramuan tradisional .

 

“ Buat apa sih nek ? Baunya kok seperti ini ?” tanya Dera penasaran.

“ Ramuan Tradisional alias Jamu nduk, buat kamu minum, ini sudah hampir jadi. “ jelas nenek.

Dera hanya mengangguk dan memperhatikan bahan-bahan yang cukup asing bagi dirinya.

“ Ini nduk jamunya, Jamu Kunir Asem. tenang saja ini tidak pahit kok nduk.”

Dera mengambil gelas dari tangan neneknya dan menciumnya sebelum meminum. Memastikan.

“ Iyaaa nek, kok nggak pahit sih? “tanya dera setelah mencicipinya, sedikit

“ Ya namanya Kunir Asem ya nggak pahit lah nduk. Kalo yang kamu minum kemaren namanya jamu pahitan.” Jelas Nenek.

Derapun hanya mengangguk dan kembali meminumnya lagi.

“ Ehh nek ini namanya apa sih? Kok jarang liatnya ?” tanya Dera.

“ Itu namanya kunir nduk, ya buat jamu itu. Kalo ini namanya kunyit. “ jelas nenek

Sambil menunjukkan satu persatu bahan alami tadi. Dera hanya mengangguk dan sedikit mengerti.

“ Mau coba buat nggak kamu nduk? ” tawaran Nenek sedikit menggugah rasa penasaran Dera.

“ Iyaa nekk, mauu sekali ini, hehehe.”

 

Setelah itu Dera mencoba membuat Jamu Beras Kencur. Agak ribet si, untungnya Nenek mau mengajari Dera dengan sabar dan teladan.

 

                        -------------------------------------------------------------------------------

           

“ Makasih ya Nek, udah mau ngajarin Dera buat Jamu, ya meskipun cukup ribet, tapi seru sih nekk, hehe.” Kata Dera dengan koper ditangannya.

 

Yaaa... malamnya setelah Dera sudah mau belajar tentang Jamu, Dera harus pulang keJakarta, karena tiba-tiba Papa Dera harus ada Metting dengan klien yang sangat penting.

 

“ Iya nduk, namanya juga baru belajar, Zaman sekarang enaknya pada mau jamu instan, yang gampang buatnya, padahal jamu tradisional lebih berkhasiat dan terjamin meski ya ribet buatnya. “ jelas nenek.

“ Hahhh apa? Deraa lo buat jamu? Kok gue nggak percaya sih? “ tanya Kak Rafa mendengar perbincangan Dera dengan Nenek.

“ Iya dong, gue kan hebat. Terserah sih lo mau percaya atau enggak, tapi Mama sama Papa kemarin liatin gue tuh. Mencoba lagi! Keren ga gue kak ? “

“ Helehh songong, baru gitu aja Derr... Derrr “

“ Bilang aja lo syirik sama gue, yakan kak ? hahahaha.... “ sahut Dera.

“ Gak. Biasa aja tuh.” Jawab Kak Rafa engan wajah cemberut.

 

Papa , Mama, dan Nenek Cuma tertawa bahagia melihat mereka berdua berantem tentang masalah yang cukup sepele.

 

                        ---------------------------------------------------------------------------

 

            Langit sepertinya sedang bersahabat dengan mentari diufuk timur. Pagi ini Dera mulai sekolah dengan lesuh, karena Dera baru sampai Jakarta tadi malam sekitar jam 12.  Dan mama dan papanya tidak mengizinkan Dera untuk membolos. Maka dari itu, Dera bersekolah seperti biasanya, dan sesampainya dikelas derapun menceritakan pengalamannya dalam membuat jamu mujarap bersama neneknya.­­­­­­­­­­

Bagikan Ke:

Populer