Animasi

Pelaksanaan Uji Kompetensi Berbasis Teaching Factory Program Keahlian Animasi di SMK N 3 Kasihan Tahun Pelajaran 2024/ 2025

Nina Tri Daniati, S.Pd., M.Sn.
18 October 2024
Pelaksanaan Uji Kompetensi Berbasis Teaching Factory Program Keahlian Animasi di SMK N 3 Kasihan Tahun Pelajaran 2024/ 2025

Program Keahlian Animasi SMK Negeri 3 Kasihan pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) berbasis Teaching Factory sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16–17 Oktober 2024 bertempat di Laboratorium Produksi Animasi SMK N 3 Kasihan.

Uji kompetensi ini diikuti oleh 34 peserta yang merupakan siswa kelas XI kompetensi keahlian Animasi. Seluruh peserta sebelumnya telah mengikuti rangkaian pembelajaran Teaching Factory yang berlangsung selama satu tahun penuh, yaitu mulai 1 Oktober 2023 hingga 30 September 2024. Dalam periode tersebut, siswa dibekali pengalaman belajar berbasis proyek nyata yang mensimulasikan alur kerja industri animasi secara profesional.

Pelaksanaan uji kompetensi ini melibatkan penguji dari dunia industri, yaitu Studio Animuvi, yang berperan dalam memastikan bahwa standar penilaian yang digunakan relevan dengan kebutuhan industri kreatif, khususnya di bidang animasi. Keterlibatan industri ini menjadi salah satu keunggulan dalam pelaksanaan Teaching Factory, karena memberikan validasi langsung terhadap kompetensi siswa.

Skema uji kompetensi yang digunakan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 173 Tahun 2020 tentang bidang animasi. Dalam pelaksanaannya, metode penilaian yang digunakan adalah berbasis portofolio. Setiap peserta diwajibkan untuk mempresentasikan hasil karya terbaik mereka yang telah dihasilkan selama proses Teaching Factory, mulai dari tahap pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi.

Portofolio yang dinilai mencakup berbagai aspek, seperti kemampuan perancangan konsep, pembuatan storyboard, pengolahan aset visual, animasi gerak, hingga kualitas penyelesaian akhir karya. Selain itu, siswa juga dinilai dari kemampuan komunikasi, pemahaman alur produksi, serta kesesuaian karya dengan standar industri.

Setelah pelaksanaan Uji Kompetensi, siswa akan dibekali Sertifikat Kompetensi berbasis industri dan Skill Pasport. Melalui pelaksanaan uji kompetensi berbasis Teaching Factory ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menunjukkan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki sikap profesional, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sesuai dengan standar industri. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di SMK N 3 Kasihan telah terintegrasi dengan dunia kerja secara nyata.

Dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan industri, diharapkan lulusan SMK N 3 Kasihan, khususnya pada kompetensi keahlian Animasi, mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan bekal kompetensi yang mumpuni.

Galeri Dokumentasi