SMK Negeri 3 Kasihan kembali menunjukkan komitmennya dalam menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) berbasis Teaching Factory. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29–30 Oktober 2025 bertempat di Laboratorium Produksi Animasi SMK N 3 Kasihan.
Uji kompetensi ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan siswa kelas XI Program Keahlian Animasi. Kegiatan ini menjadi istimewa karena merupakan pelaksanaan uji kompetensi berbasis industri yang kedua kalinya di Program Keahlian Animasi, sekaligus menjadi indikator keberlanjutan implementasi Teaching Factory yang semakin matang dan terstruktur.
Pelaksanaan UKK ini melibatkan penguji dari dunia industri, yaitu Meong Animation Studio. Kehadiran penguji industri memberikan nilai tambah tersendiri, karena proses penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan standar kerja profesional yang berlaku di industri animasi. Hal ini juga memastikan bahwa kompetensi yang dimiliki siswa benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan uji kompetensi ini merupakan tahap akhir dari rangkaian pembelajaran Teaching Factory yang telah dilaksanakan selama satu tahun, yaitu mulai 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025. Selama periode tersebut, siswa terlibat dalam proses pembelajaran berbasis produksi yang mengadopsi alur kerja industri, mulai dari tahap perencanaan, produksi, hingga evaluasi hasil karya.
Dalam pelaksanaannya, uji kompetensi menggunakan metode penilaian berbasis portofolio. Setiap peserta menyajikan hasil karya terbaik yang telah dikembangkan selama proses Teaching Factory. Penilaian portofolio ini mengacu pada Peta Okupasi Nasional dalam Kerangka Kualifikasi Bidang Animasi Revisi 1 Tahun 2023, yang selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 173 Tahun 2020.
Aspek yang dinilai mencakup kemampuan konseptual, penguasaan teknis produksi animasi, kualitas visual, konsistensi gerak, serta pemahaman alur produksi secara menyeluruh. Selain itu, siswa juga diuji dari sisi profesionalisme, kemampuan presentasi, dan kesiapan menghadapi standar kerja industri.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diuji keterampilan teknisnya, tetapi juga kesiapan mental dan sikap kerja profesional. Setelah pelaksanaan Uji Kompetensi, siswa akan dibekali Sertifikat Kompetensi berbasis industri dan Skill Pasport. Uji kompetensi berbasis Teaching Factory ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di SMK N 3 Kasihan telah terintegrasi dengan kebutuhan industri secara langsung.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara berkelanjutan, diharapkan lulusan Program Keahlian Animasi SMK N 3 Kasihan semakin kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di dunia industri kreatif. Kolaborasi antara sekolah dan industri pun diharapkan terus berkembang guna menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi.