Desain Komunikasi Visual

Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian berbasis Kelas Industri (Teaching Factory) Koinsentrasi Keahlian DKV di SMK Negeri 3 Kasihan Tahun Pelajaran 2025/2026

Diah Sindhuwaty, S.Sn
16 April 2026
Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian berbasis Kelas Industri (Teaching Factory) Koinsentrasi Keahlian DKV di SMK Negeri 3 Kasihan Tahun Pelajaran 2025/2026

Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian Berbasis Kelas Industri (Teaching Factory) Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual di SMK Negeri 3 Kasihan Tahun Pelajaran 2025 / 2026

 

Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan salah satu tahapan penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). UKK bertujuan untuk mengukur sejauh mana kompetensi siswa dalam bidang keahlian yang telah dipelajari selama masa pendidikan, sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan mereka untuk terjun ke dunia kerja maupun industri kreatif. Jurusan DKV sendiri merupakan bidang yang berfokus pada pengolahan pesan visual melalui berbagai media seperti desain grafis, ilustrasi, fotografi, hingga multimedia. Oleh karena itu, pelaksanaan UKK pada jurusan ini tidak hanya menguji teori, tetapi lebih menekankan pada praktik dan kemampuan berkarya secara nyata.

 

Pada tahun pelajaran 2025/2026 Konsentrasi Keahlian DKV SMK Negeri 3 Kasihan, kembali melasanakan UKK pada tanggal 10 – 12 februari 2026. Diikuti oleh 3 rombongan kelas XII DKV 1,2 dan 3 sebanyak 92 Siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis industri atau Kelas Industri (Teaching Factory) selama satu semester. UKK kali ini menggandeng penguji eksternal dari Dunia Usaha dan Industri yaitu Bapak Heribertus Sapto Edi Widodo, S.Sn. dari Studio Desain Grafis Sinar Mentari Pagi.

 

Skema UKK masih sama menggunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 126 tahun 2023 yang menjadi acuan terbaru kompetensi DKV di Indonesia. Unit-unit kompetensi ini mencakup seluruh proses kerja desain, mulai dari konsep → produksi → evaluasi → profesionalisme, sehingga sangat relevan dengan kebutuhan dunia industri. Sedangkan kompetensi yang diujikan ada beberapa unit yaitu:

  1. Menyusun project brief 
  2. Menyusun design brief 
  3. Menyusun informasi proyek desain 
  4. Merumuskan konsep desain
  5. Mengoperasikan perangkat lunak desain
  6. Merancang karya visual 
  7. Menciptakan karya desain 

 

Brief yang harus dikerjakan ada empat modul, yaitu perancangan Poster event, perancangan motion grafis, praktek fotografi dan pembuatan video iklan pendek. Siswa memilih salah satu modul yang sesuai dengan kompetensi dan minat masing-masing.

 

Hasil akhir dari UKK kali ini ada empat macam media perancangan yaitu poster promosi event, motion grafis untuk feet media sosial promosi produk, karya fotografi untuk kepentingan promosi produk dan iklan pendek yang akan diupload pada media sosial untuk kepentingan promosi produk. Masing-masing siswa harus mempresentasikan hasil karya mereka di depan penguji eksternal dan internal.

 

Hasil Akhir UKK DKV berbasis kerja sama dengan Dunia Usaha dan Industri menghasilkan output yang lebih relevan, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Hasil akhir UKK berupa karya nyata, misalnya sablon kaos, desain branding, atau media promosi,  memiliki standar yang sama seperti produk di industri, yaitu kualitas cetak rapi dan presisi, warna sesuai standar produksi, layak jual dan memiliki nilai komersial. Hasil UKK ini dapat digunakan sebagai portofolio kerja, bukti kompetensi teknis dan referensi saat melamar kerja.

 

Kesimpulannya hasil akhir UKK DKV yang bekerja sama dengan Dunia Usaha dan industri tidak hanya berupa produk, tetapi juga mencakup kompetensi, pengalaman, dan pengakuan profesional. Hal ini menjadikan lulusan SMK lebih siap kerja, kompetitif, dan memiliki peluang besar baik di dunia kerja maupun wirausaha.

 

 

 

Galeri Dokumentasi